Kapolsek Banggae Hadiri Syukuran Pesta Nelayan di Baurung, Wujud Kebersamaan dan Pelestarian Budaya Bahari
POLRES MAJENE — Kapolsek Banggae Polres Majene, IPTU Edi Jatmika, S.H., menghadiri acara syukuran pesta nelayan yang dirangkaikan dengan berbagai lomba hiburan rakyat di Lingkungan Tamo dan Tamo Dhua, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Senin (5/1/26).
Kegiatan
tahunan yang sarat makna tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan,
serta dihadiri langsung oleh Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri Tammalele,
Anggota DPR RI Ajbar Abdul Kadir, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan
I Wayan Budiarta, Dandim 1401 Majene, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene,
Camat Banggae Timur, anggota DPRD Kabupaten Majene, Danramil Banggae,
Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW se-Kelurahan Baurung, tokoh agama, tokoh masyarakat,
serta masyarakat Kelurahan Baurung.
Syukuran
pesta nelayan ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan setiap
tahun oleh masyarakat Lingkungan Tamo dan Tamo Dhua sebagai ungkapan rasa
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari laut.
Selain itu, kegiatan ini juga
menjadi doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat
melaut serta memperoleh hasil tangkapan yang melimpah di masa mendatang.
Tak
hanya bernilai spiritual, pesta nelayan juga menjadi momentum penting dalam
mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan solidaritas antar nelayan serta
masyarakat pesisir. Berbagai lomba dan hiburan rakyat yang digelar turut
menambah semarak acara dan menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dari berbagai
kalangan.
IPTU
Edi Jatmika, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini
merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus
memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat. Ia juga mengapresiasi
terselenggaranya kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa
kekeluargaan.
Secara keseluruhan, acara syukuran
pesta nelayan ini menjadi perpaduan harmonis antara ritual spiritual, penguatan
nilai-nilai sosial, serta aktivitas ekonomi yang berpusat pada laut sebagai
sumber utama kehidupan masyarakat Lingkungan Tamo dan Tamo Dhua, sekaligus
mencerminkan kekayaan budaya bahari yang terus dijaga dan dilestarikan oleh
masyarakat pesisir Majene.