Kedatangan KM Sabuk Nusantara 93 dari Kotabaru Dikawal Ketat Sat Polair Majene
Polres Majene - Personel Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polres Majene memaksimalkan pengamanan dan pengawasan proses bongkar muat KM Sabuk Nusantara 93 yang sandar di Pelabuhan Passarang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Senin (23/2/26).
Kapal perintis yang bertolak dari
Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan tersebut tiba dengan membawa sebanyak 94
penumpang. Rinciannya terdiri dari 87 orang dewasa, 6 anak-anak dan 1 bayi.
Kedatangan kapal disambut dengan pengamanan ketat guna memastikan seluruh
rangkaian aktivitas di pelabuhan berjalan aman, tertib dan lancar.
Pengamanan dilakukan mulai dari
proses sandar kapal, penurunan penumpang, hingga pengawasan barang bawaan.
Personel Sat Polair secara aktif melakukan pemantauan di area dermaga,
sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencegah potensi gangguan
keamanan maupun pelanggaran prosedur.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut,
Sat Polair Polres Majene bekerja sama dengan pihak Syahbandar Kabupaten Majene,
PT Pelni Cabang Parepare, TNI AL, serta Pegawai Karantina Hewan dan Ikan Satker
Pelabuhan.
Sinergitas lintas instansi ini
difokuskan pada pengecekan dokumen perjalanan, pemeriksaan barang bawaan
penumpang, serta pengawasan terhadap kemungkinan masuknya barang terlarang
maupun hewan dan produk perikanan tanpa dokumen resmi.
Kasat Polair Polres Majene, IPTU
Armin, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan bongkar muat kapal perintis
merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan
wilayah perairan dan pelabuhan.
“Kami berkomitmen memberikan rasa
aman kepada seluruh penumpang dan masyarakat pengguna jasa pelabuhan. Setiap
kedatangan kapal, khususnya kapal perintis yang membawa penumpang
antarprovinsi, akan kami lakukan pengamanan dan pengawasan secara maksimal guna
mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun pelanggaran lainnya,” ujar
IPTU Armin.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi
antara Polri, TNI, Syahbandar, pihak pelayaran, dan instansi karantina menjadi
kunci utama dalam menciptakan sistem pengawasan terpadu di wilayah pelabuhan.
Dengan pengamanan yang optimal, Sat
Polair Polres Majene memastikan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan
demi menjaga keamanan wilayah perairan Kabupaten Majene sebagai pintu gerbang
transportasi laut di Sulawesi Barat.