Polsek Sendana Sigap Tangani Kecelakaan Beruntun di Jalan Poros Majene–Mamuju, Dua Orang Meninggal Dunia
Polres Majene - Polsek Sendana Polres Majene bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan dan kerumunan warga di Jalan Poros Majene–Mamuju, tepatnya di Dusun Lembang, Desa Limbua, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Jumat (19/12/25) sekitar pukul 06.55 WITA.
Kecelakaan tragis tersebut
melibatkan sebuah mobil truk box Quester nomor polisi DD 8184 UD, mobil
Daihatsu Pick Up Grand Max nomor polisi DP 8140 DB, serta sepeda motor Honda
Scoopy nomor polisi DD 2103 ST yang sedang terparkir di pinggir jalan.
Peristiwa itu juga menyebabkan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi
menjadi korban akibat terseretnya kendaraan usai benturan keras.
Kapolsek Sendana IPTU H. Ashari,
yang turut berada langsung di lokasi kejadian, menuturkan bahwa berdasarkan
informasi awal, mobil truk box yang dikemudikan oleh Hasan (50) warga Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tammalate Kota
Makassar bergerak dari arah Majene menuju Mamuju.
Setibanya di lokasi kejadian, truk tersebut menabrak
mobil pick up Daihatsu Grand Max yang dikemudikan Adrian (29),
warga Dusun Lurabolong, Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali
Mandar, yang melaju dari arah berlawanan, yakni dari Mamuju menuju Majene.
Akibat benturan tersebut,
mobil pick up terpental dan terseret hingga menabrak sepeda motor Honda Scoopy
yang sedang terparkir serta kerumunan warga di sekitar lokasi. Benturan keras
tidak dapat dihindari dan menyebabkan kepanikan warga setempat.
Dalam kejadian tersebut,
pengemudi mobil pick up, Adrian, dinyatakan meninggal dunia
di lokasi kejadian dengan sejumlah luka serius, di antaranya luka robek pada
pipi kiri, bengkak pada kedua bola mata, serta mengeluarkan darah dari hidung
dan telinga.
Selain itu, seorang warga bernama Saleh (60),
warga Dusun Tinggas, Desa Limbua, Kecamatan Sendana, juga meninggal dunia
setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Puskesmas Sendana I. Korban mengalami
luka lecet pada betis kiri dan kaki kiri, luka robek pada telinga kiri dan
kanan, mengeluarkan darah dari hidung, serta dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Tidak hanya korban
meninggal dunia, sejumlah warga lainnya juga mengalami luka-luka akibat
kejadian tersebut. Di antaranya Kaharuddin (30), warga Dusun
Tandalita, Desa Pangaparang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, mengalami
luka lecet pada kening kiri, nyeri pada dada, dan lecet pada pipi. Yunus (52),
warga Lingkungan Labuang Selatan, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, mengalami
luka lecet pada lutut kiri. Adamiah (53), warga Dusun Lembang,
Desa Limbua, mengalami luka robek pada kepala dan bengkak pada paha kaki kiri. Halbiah (62),
warga Dusun Lalatedzong, Desa Lalatedzong, Kecamatan Sendana, mengalami nyeri
pada paha kaki kiri. Sementara Hasmini (49), warga Kelurahan Mosso,
Kecamatan Sendana, mengalami luka robek pada kepala serta bengkak pada bahu
kiri. Seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas
Sendana I.
Personel Polsek Sendana
bersama unit Laka Satlantas Polres
Majene segera melakukan pengamanan lokasi kejadian, mengatur arus lalu
lintas, mengevakuasi korban, serta mengamankan kendaraan yang terlibat guna
kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, dugaan penyebab terjadinya kecelakaan
tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan supir truk box Quester telah diamankan satlantas Polres Majene.