Problem Solving Polsek Malunda, Kasus Penganiayaan Berakhir Damai Lewat Mediasi Kekeluargaan
Polres Majene – Upaya penyelesaian masalah secara humanis kembali ditunjukkan jajaran Polsek Malunda Polres Majene dengan memfasilitasi mediasi atau problem solving atas kasus penganiayaan yang terjadi di Dusun Taukong, Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.
Kegiatan mediasi tersebut digelar di Mapolsek Malunda pada Senin
(16/3/2026), dengan mempertemukan kedua pihak yang terlibat permasalahan,
disaksikan langsung oleh masing-masing keluarga dari kedua belah pihak.
Diketahui, peristiwa penganiayaan tersebut sebelumnya terjadi pada
Kamis, 12 Maret 2026. Namun, melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan yang
dilakukan aparat kepolisian bersama pemerintah desa, kedua pihak sepakat
menempuh jalur damai.
Dalam proses mediasi, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk
menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Mereka saling memaafkan,
mengakui kesalahan masing-masing, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi
perbuatan yang melanggar hukum di kemudian hari.
Tak hanya itu, kedua pihak juga menyampaikan penyesalan atas kejadian
yang telah terjadi serta memohon maaf kepada keluarga masing-masing. Mereka
turut mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa, Kepala Dusun, serta pihak
Polsek Malunda yang telah memfasilitasi proses perdamaian tersebut.
Bhabinkamtibmas Polsek Malunda, AIPDA Baharuddin yang memimpin langsung
jalannya mediasi menjelaskan bahwa upaya penyelesaian ini murni berdasarkan
keinginan dari kedua pihak beserta keluarga.
“Mediasi yang kita lakukan hari ini merupakan kehendak bersama dari
kedua pihak dan keluarga masing-masing. Kami dari pihak kepolisian bersama
pemerintah desa hanya berperan sebagai jembatan untuk mempertemukan dan
menyaksikan proses perdamaian ini,” ujarnya.
Ia juga berharap, melalui penyelesaian secara damai ini, hubungan
silaturahmi antara kedua pihak dapat kembali terjalin dengan baik. “Semoga
upaya damai ini dapat mempererat kembali tali persaudaraan dan menjadi
pelajaran agar ke depan tidak terjadi lagi permasalahan serupa,” tutupnya.