Sat Polair Polres Majene Kawal Ketat Bongkar Muat KM Sabuk Nusantara 93 di Pelabuhan Passarang
Polres Majene - Satuan Polisi Perairan Polres Majene melaksanakan pengamanan secara intensif terhadap proses bongkar muat penumpang dan barang KM. Sabuk Nusantara 93 Perintis yang melayani rute antarpulau.
Kapal perintis tersebut diketahui
bertolak dari Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, dan sandar di Pelabuhan
Passarang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Selasa (6/1/26).
Pengamanan
ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Polres Majene dalam menjamin keamanan,
keselamatan, serta kelancaran arus penumpang dan logistik di wilayah perairan
Kabupaten Majene.
Dalam kegiatan tersebut, KM Sabuk Nusantara 93 tercatat mengangkut
sebanyak 247 penumpang, dengan rincian 205 penumpang dewasa, 34 anak-anak, dan
8 bayi.
Kasat
Polair Polres Majene, IPTU Armin, memimpin langsung jalannya pengamanan di area
pelabuhan. Personel Sat Polair disiagakan di sejumlah titik strategis, mulai
dari dermaga sandar, area turun penumpang, hingga lokasi bongkar muat barang,
guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan seluruh proses
berjalan tertib dan aman.
Tidak
hanya berfokus pada aspek pengamanan, Sat Polair Polres Majene juga menjalin
sinergi lintas instansi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pengamanan
dilakukan bersama Syahbandar Kabupaten Majene, PT Pelni Cabang Parepare, serta
petugas Karantina Hewan dan Ikan Satker Pelabuhan.
Kolaborasi ini bertujuan untuk
melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap penumpang kapal beserta barang
bawaannya, sekaligus memastikan tidak adanya pelanggaran terhadap ketentuan
pelayaran dan karantina.
IPTU
Armin menegaskan bahwa pengamanan terpadu ini merupakan langkah preventif untuk
menciptakan rasa aman bagi masyarakat pengguna jasa transportasi laut,
khususnya kapal perintis yang menjadi urat nadi mobilitas warga antarpulau.
“Kami berupaya memastikan seluruh
penumpang turun dengan selamat dan proses bongkar muat berjalan lancar tanpa
kendala, sekaligus mencegah masuknya barang-barang terlarang melalui jalur
laut,” ujarnya.