Seorang Pemuda di Rangas Diamankan Reserse Narkoba Polres Majene, Diduga Pemasok Obat Terlarang Bojek
Polres Majene – Upaya pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Majene kembali membuahkan hasil. Seorang pemuda berinisial ND (22), warga Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Majene.
Penangkapan tersebut dilakukan
pada Kamis (4/12/25) sekitar pukul 21.00 WITA. ND ditangkap karena diduga
menjadi salah satu penyuplai obat terlarang jenis Trihexyphenidyl (Bojek) di
wilayah tersebut.
Kasat Reserse Narkoba Polres
Majene, IPTU Japaruddin, S.H., M.M, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan
tersebut. Ia menjelaskan bahwa ND telah lama menjadi target karena diduga kuat
sebagai pemasok Bojek yang beredar di kawasan Rangas.
“Benar, kami mengamankan seorang
pemuda berinisial ND yang merupakan penyuplai obat-obatan jenis Bojek.
Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah dengan
maraknya peredaran obat terlarang di wilayah Rangas,” jelas IPTU Japaruddin.
Penangkapan ini bermula dari
laporan masyarakat yang menyebut adanya aktivitas peredaran Bojek di Lingkungan
Rangas Barat. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Satres Narkoba
melakukan patroli intensif di sekitar lokasi yang dimaksud.
Sekitar pukul 21.00 WITA, petugas
mengamankan ND. Pemuda tersebut ditemukan sedang berada di pinggir jalan dekat
rumahnya. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menanyakan keberadaan Bojek
yang biasa Ia jual.
ND akhirnya menunjukkan tempat
penyimpanan obat tersebut yang berada di samping rumahnya. Petugas kemudian
menemukan 70 (tujuh puluh) butir Bojek sesuai dan uang tunai Rp190.000, Barang
bukti tersebut diduga hasil transaksi peredaran obat-obatan terlarang tersebut.
Tersangka bersama barang bukti kemudian
dibawa ke Polres Majene untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan
lebih lanjut. IPTU Japaruddin menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan
penindakan tegas terhadap siapapun yang terlibat dalam peredaran obat-obatan
berbahaya di Majene.
“Kami berkomitmen menciptakan
lingkungan yang bersih dari obat-obatan terlarang. Partisipasi aktif masyarakat
sangat kami apresiasi dan terus kami harapkan agar kejahatan seperti ini dapat
kita tekan bersama,” ujarnya.